Misteri Hantu Begu ganjang Yang Terkenal Dari Sumatera utara

Fenomena Gaib – Cerita-cerita mistis sering kali mewarnai kehidupan masyarakat. Di Indonesia, banyak cerita mistis yang sering terdengar bahkan dianggap sebagai suatu hal yang bisa dipercaya.

Di Sumatera Utara (Sumut) misalnya, ada satu hantu yang cukup terkenal namanya yaitu begu ganjang. Tidak sedikit masyarakat di provinsi ini meyakini beberapa hal aneh berbau mistis dalam kehidupan disebabkan gangguan begu ganjang.

Seorang warga Jalan Makmur, Tembung, Deli Serdang, bernama Kurniawan kepada admin fenomenaalam.com menjelaskan pengalamannya tentang keseraman begu ganjang. Menurut pria berusia 25 tahun ini, kejadian yang dialaminya terjadi sekitar 5 tahun lalu.

Kurniawan mengatakan, insiden mistis tentang begu ganjang menimpa tetangga di dekat kediamannya. Bahkan, tetangganya yang berjenis kelamin pria itu sampai meninggal dunia akibat kasus mistis yang diduga ‘kerjaan’ begu ganjang.

“Saat itu tetangga saya berlibur ke daerah Berastagi. Di sana tetangga saya megambil jeruk di salah satu perkebunan tanpa izin, jeruk yang diambilnya itu sempat dimakan,” ucap Kurniawan

Kemudian, lanjut Kurniawan, sesampainya di rumah, tetangganya itu mengalami sakit perut. Oleh keluarganya lansung dibawa ke rumah sakit. Anehnya, ketika diperiksa di rumah sakit, penyakit yang dialami tetangganya itu bukan disebabkan persoalan medis.

“Nah, di situ keluarganya bingung. Lalu dia (korban) cerita pernah memakan jeruk yang dipetik di Berastagi itu,” ujar Kurniawan yang tidak mau menyebut nama bahkan inisial tetangganya itu.

Selanjutnya, pihak keluarga korban membawanya ke paranormal yang berada di kawasan Jalan Suka Maju, Tembung, Deli Serdang. Paranormal itu menjelaskan kalau penyakit yang dialami korban dikarenakan ‘perbuatan’ begu ganjang akibat mengambil buah jeruk di Berastagi.

“Kata paranormal itu, korban mengambil buah jeruk tanpa permisi. Aksi itu dianggap tidak baik,” ujarnya.

Kurniawan menuturkan, setelah mendapat saran dari paranormal, korban kemudian kembali ke Berastagi untuk menemui pemilik kebun jeruk itu. Ketika bertemu dengan pemilik kebun, sempat dilaksanakan ritual adat sebagai bentuk permohonan maaf.

“Akan tetapi, ritual itu tidak berhasil. Sebab sang begu ganjang penunggu kebun jeruk itu tidak mau memaafkan, hingga akhirnya sakit yang diderita si korban tidak kunjung sembuh,” tuturnya.

Kurniawan mengungkapkan, setelah ritual adat yang dilakukan, penyakit yang diderita korban tidak kunjung sembuh hingga akhirnya meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia, korban sempat muntah-muntah darah.

“Terkadang saya sendiri percaya tidak percaya. Tapi itulah cerita yang saya dengar tentang tetangga saya yang meninggal dunia itu,” ungkapnya.

Asal Muasal Begu Ganjang
Seorang paranormal di Kota Medan, Abah Rahman menyebut, begu ganjang merupakan cerita ataupun kisah yang hidup di tengah-tengah masyarakat, khususnya di daerah Sumut. Dia menyatakan, begu ganjang merupakan usaha atau cara yang dilakukan seseorang yang bisa memerintahkan roh untuk kehendak yang tidak baik, seperti mencelakai.

“Menurut saya, begu ganjang itu roh yang bisa disuruh untuk kehendak tertentu. Kenapa di sebut begu ganjang? Karena ketika kita melihatnya, maka semakin panjang, dan semakin panjang. Itulah kenapa disebut begu ganjang,” sebutnya.

Abah Rahman menuturkan, cerita-cerita tentang begu ganjang misalnya seperti tentang seseorang mengalami sakit yang tidak bisa dijelaskan oleh medis. Meski demikian, tidak semuanya disebabkan oleh begu ganjang.

“Kita (masyarakat) harus hati-hati dan jangan gegabah memfitnah sesorang itu pelihara begu ganjang. Yang namanya begu ganjang, hanya pengistilahan saja, sejatinya itu roh yang dipuja, yang bisa dikendalikan oleh seseorang untuk kehendak tertentu. Maksud jahat misalnya,” tuturnya.

Abah Raman mengisahkan, ketika kecil dirinya sempat mengalami kejadian mistis. Akan tetapi, dirinya tidak mau memastikan apakah pengalaman yang dialaminya disebabkan oleh begu ganjang atau tidak. Dirinya pernah dihantui dengan bayangan-bayangan hitam ketika berada di tempat sunyi dan tempat yang lembab.

“Saya pernah merasakannya. Tapi saya tidak mau memastikan itu begu ganjang atau tidak. Namanya makhluk halus, ya. Intinya saya tidak ada masalah sama orang lain. Tapi saya pernah melihat penampakan seperti itu,” kenangnya.

Abah Rahman menegaskan, meski begu ganjang itu ada, tetapi sekarang ini sering dipolitisasi atau dipelintir oleh oknum-oknum tertentu. Misalnya, untuk membikin suatu hal yang bisa membuat orang celaka akibat diembuskan isu soal begu ganjang.

“Kalau bagi saya, begu ganjang itu ada. Tapi jangan sembarangan membahas begu ganjang terkait suatu persoalan tertentu, bahaya,” Abah Rahman menandaskan.