Beberapa Cerita Kepercayaan Imlek ( Sincia ) Yang Penuh Filosofi

Saat perayaan Imlek semakin dekat. Bakal ada hal-hal menarik di pikiran sobat Fenomenaalam pastinya. Yang doyan makan pasti sedang memikirkan seberapa banyak kue keranjang dan manisan segi delapan yang bisa disikat abis. Bagi yang suka kemeriahan mungkin bakal terfikirkan keseruan bareng keluarga atau perayaan sincia dengan barongsai dan petasan. Dan satu hal yang pastinya tidak boleh dilupakan adalah Angpao (hehehe). Banyak hal yang kita sukai dalam perayaan Sincia atau Tahun baru Imlek. Akan tetapi ada pula lho, beberapa cerita kepercayaan imlek yang cukup menarik untuk disimak karena mengandung norma filosofi yang tinggi.

Imlek sangat identik dengan warna merah?
Ketika perayaan Sincia cuma dalam hitungan hari. Di banyak kampung pecinaan bakal dipenuhi dengan banyak ornamen dan hiasan berwarna merah. Khalayak ramai dan para saudara kita yang merupakan etnis Tionghoa bakal beramai-ramai memakai pakaian dengan warna merah pula. Sebenarnya apa sih definisi dibalik warna merah pas perayaan Imlek ini?

Kebudayaan China memang sarat dengan klenik sih. Contohnya saja cerita kepercayaan Imlek yang identik dengan warna merah. Hal ini dikarenakan warna merah itu sendiri melukiskan arti bahagia. Perayaan Imlek wajib dipenuhi dengan suka cita. Rupanya dalam kebudayaan Tionghoa, pemilihan warna sangat krusial lho. Dan juga dengan orang indonesia pun begitu.

Gambaran mudahnya gini deh. Bayangkan aja kalian lagi menghadiri acara pemakaman seseorang. Akan tetapi anda hadir dengan seragam berwarna merah cerah, sedangkan orang orang memakai warna hitam atau putih. Kan nggak lucu? Nah, kejadian itu berlaku juga dalam kebudayaan China.

Bersyukurlah untuk para jomblo! Kalian tidak diharuskan untuk bagi-bagi angpao
Angin segar akhirnya sedikit bertiup pada para jomblo saat perayaan Imlek. Tidak apa lah ya sekali-kali biarkan para jomblo bersenang hati (kasihan mereka dirundung derita setiap malam minggu kan). Cerita kepercayaan imlek selanjutnya adalah larangan bagi mereka yang belum menikah untuk bagi-bagi angpao.

Jones boleh berbahagia ya, soalnya kalian tinggal duduk manis dan menerima amplop-amplop berwarna merah itu. Bisa membuat hidup enak nih untuk beberapa waktu kan. Kabarnya berdasarkan kisah mistis dari larangan ini adalah bila ada jomblo yang sok-sokan memberi angpao. Maka dia bakal menderita dengan kejombloannya lebih lama lagi. Ini hampir mirip sih dengan kisah gantung waris. Cuman bedanya kalo gantung waris itu memang semacam santet yang membuat seseorang menjadi jones, sedangkan larangan bagi angpao ini sudah menjadi semacam tradisi Tionghoa.

Makanan khas Imlek dengan cerita mitos dan klenik
Seperti yang beberapa sudah kita sebutkan diatas. Salah satu hal yang ditunggu-tunggu ketika Sincia atau Imlek tiba adalah hidangan yang bisa kita rasakan bersama keluarga, sanak saudara dan handai taulan. Sebut saja yang terkenal adalah telur teh atau telur marmer, Kue keranjang dan kue mangkuk, Yu Sheng, Jiaozi, manisan segi delapan dan masih banyak lainnya.

Katanya setiap makanan imlek itu mempunyai norma filososfi dan kisah mitos imlek nya tersendiri lho. Telur teh diyakini sebagai simbol kesuburan. Kemudian kue keranjang dan kue mangkok umumnya diartikan sebagai harapan agar kehidupan kita menjadi lebih manis dan berlimpah. Yu Sheng kabarnya melambangkan keberuntungan yang berlipat, Jiaozi memberikan arti kerukunan. Dan manisan segi delapan yang khas mempunyai arti ikatan keluarga yang kuat. Angka 8 sendiri juga dipercaya sebagai angka hoki.

Kisah mitos imlek Ritual potong rambut untuk membuang sial?
Salah satu teman tim fenomenaalam yang juga merayakan Imlek kadang sering mengajak jalan menjelang perayaan tahun baru Imlek. Ketika kita bertanya mau kemana? Dia selalu mengatakan: mau buang sial nih.

Setelahnya kita jalan dan di akhir dia selalu singgah ke salon atau barber shop untuk memotong rambut. Berdasarkan kisah mitos imlek yang banyak cina totok yakini. Melakukan ritual potong rambut sebelum hari Sincia. Konon kepercayaannya sih, rambut yang terpotong berarti kesialan sudah dibuang. Emmm… okelah botakin aja deh biar semua kesialan hilang! hehehe..

Wajib menjadi orang cinta damai saat perayaan Imlek
Saat perayaan Imlek tiba. Semua anggota keluarga diharuskan untuk menjadi orang yang cinta damai. Tidak peduli ada permasalahan seburuk apapun antar anggota keluarga. Kerukunan wajiblah menjadi prioritas. Berdasarkan kisah mitos imlek yang beredar. Hal ini harus dilakukan karena katanya jika seseorang tidak rukun dan masih berseteru di perayaan Sincia, maka mereka bakal dikutuk untuk saling bermusuhan untuk setahun kedepan.

Sebaliknya jika seseorang bisa berdamai dengan orang lain di hari imlek itu, maka dia bakal diberi berkah dan permasalahannya bakal segera paripurna. Kisah mitos imlek yang satu ini cukup bagus sih. Trik nya emang agar acara kumpul keluarga di waktu imlek berlangsung adem ayem dan terkondisi dengan baik.

Melunasi hutang ketika Imlek adalah sebuah kebajikan tinggi

Kisah mitos Imlek yang satu ini sebetulnya agak kritis sih. Cerita mitos ini mungkin sebetulnya adalah trik dari para orang yang udah mulai “gedek” sama saudara atau teman yang tidak bayar-bayar utang sejak lama atau malah pura-pura lupa atau amnesia saat ditanya tentang hutang. Berdasarkan keyakinan budaya China memang, disarankan agar menyelesaikan segala sangkutan sebelum menjalani tahun yang baru. Karena sangkutan itu diyakini bakal menghambat rezeki di tahun yang akan datang.

 

 

Perkiraan masa depan dari rasa jeruk yang dimakan
Salah satu sajian buah-buahan yang identik dengan perayaan Sincia atau Imlek adalah buah jeruk. Kabarnya ada mitos kisah imlek dibalik hal ini lho! Bahkan berdasarkan kepercayaan, kita bisa memperkirakan masa depan (paling tidak di tahun menjelang) dengan memakan jeruk.

Saat jeruk yang diambil dan dimakan berasa manis. Maka anda bisa berbahagia karena berdasarkan kisah mitos China anda bakal mendapatkan rezeki dan kehidupan yang manis selanjutnya. Begitupun sebaliknya. Bila sobat fenomenaalam dapat buah jeruk yang rasanya asem. Siap-siap aja deh.

 

Larangan untuk membelikan sepatu untuk pasangan
Ladies! Tahan diri kalian ya! ini memang berat. Khususnya bagi kalian yang suka banget sama sepatu. Ada kisah mitos imlek yang melarang untuk membelikan sepatu untuk pasangan. Hal ini tentu berlaku untuk kedua belah pihak ya. Baik itu lelaki atau perempuan. Konon, berdasarkan mitos China barang siapa yang membelikan pasangannya sepatu dalam jangka waktu 30 hari setelah perayaan Sincia (Imlek), maka hubungan mereka akan berakhir.

Nah, jadi bagi sobat fenomenaalam yang gemar shopping aneka sepatu untuk pasangan. Kuat kuatin dulu deh buat untuk tidak membeli. Kan serem juga nih kalo hubungan romansa harus kandas cuman gara-gara persoalan sepatu kan? hehehe..

Mitos agar menjauhi alat-alat kebersihan menjelang Shincia?
Imlek tidak cuma kasih kabar gembira buat para jones yang dilarang bagi bagi angpao. Ternyata ada kisah mitos imlek yang memberikan hal menyenangkan untuk para emak-emak. Mitos itu adalah larangan agar menjauhi alat alat kebersihan menjelang Shincia. Jadi barang-barang seperti sapu, kemoceng, kain pel, spons cuci piring dan lainnya adalah benda laknat yang tidak boleh di dekati terutama oleh ibu-ibu.

Keadaan ini berkaitan dengan keyakinan dan mitos China dimana ibu-ibu rumah tangga tidak boleh menyapu atau membersihkan rumah. Dikarenakan orang cina percaya hal itu bakal menyapu bersih rezeki dan kebaikan yang bakal haidr di tahun mendatang. Hmmm… boleh deh sobat fenomenaalam yang merupakan ibu ibu untuk bergembira ya.