Proses Terbentuknya Bencana Alam Cuaca Ekstrim Hujan Badai

Fenomena Alam – Satu dari sekian banyaknya fenomena cuaca yang bisa merubah menjadi suatu bencana adalah cuaca Ekstrim yang berbentuk badai hujan. Indonesia yang beriklim tropis cenderung memiliki suhu yang hangat, cuaca yang ekstrim badai hujan sering terjadi. Terutama memasuki musim pancaroba atau peralihan musin dari musim hujan ke musim kemarau, seperti yang terjadi pada bulan sekarang ini.

Dilihat dari suatu resiko yang dapat ditimbulkan oleh hujan badai adalah fenomena alam yang cukup lumayan berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia. Badai hujan akan memicu datangnya suatu angina kencang, banjir bandang, hingga tumbangnya pohon.

Lantas sesungguhnya apa yang menyebabkan badai hujan dapat terbentuk di atmosfer bumi?

Badai hujan merupakan suatu fenomena cuaca yang terjadi dimana udara panas di atas permukaan tanah mencapai titik suhu tinggi. Permukaan tanah yang memiliki suhu panas ini mengangkat naik udara hangat ke atas langit, kemudian mendinginkan uap air mulai dari mengembun menjadi titik – titik air yang kecil dan terjadinya gumpalan awan. Pengembunan titik air dalam awan tersebut perlahan akan mengeluarkan panas yang terpendam menjadi penguapan, akibatnya kepadatan udara akan berkurang dan akan menyebabkan udara lebih hangat dan akan naik jauh tinggi ke atmosfer.

 Udara yang naik ini lama – kelamaan akan membentuk awan yang bernama cumulonimbus sehingga ketinggian 6.000 meter dari permukaan bumi. Ketika udara hangat ini naiki menjadi lebih tinggi lagi, mendingin, dan menyatu di antara ratusan segmen awan yang telah terbentuk sebelumnya, maka akan menyebabkan embun air yang lebih banyak dan pembentukan Kristal ea yang perlahan menjadi besar dan berat. Dan mengakibatkan titik dan Kristal es yang jatuh dengan cepat. biasanya awan jenis ini akan menyatu dan menggumpal tinggi bahkan hingga belasan ribu kaki dari permukaan bumi.

Dalam pembentukan badai hujan yang sempurna, maka tiupan ke atas akan terjadi bersamaan dengan tiupan ke bawah. Dalam kondisi seperti ini badai hujan memiliki kapasitas yang lebih merusak dan berbahaya. Karena tiupan bawah akan terjadi bersamaan dengan angina yang sangat kencang, badai, petir, hujan lebat, dan kemungkinan munculnya hujan es ataupun angina putting beliung.

Akan tetapi, fenomena ekstrim tersebut biasanya berlangsung lama, ketika tiupan bawah jatuh ke bumi dan bergesekan dengan udara hangat, maka udara sejuk akan menahan dan menghambat naiknya udara hangat dan lembab ke langit, awan hujan badai perlahan akan habis dan menghilang, maka hujan badai juga akan berhenti.

Dalam dunia penerbangan, awan yang terbentuk menjadi hujan badai atau biasa disebut juga dengan awan cumulonimbus inilah adalah jenis awan yang paling ditakuti karena banyak mengandung partikel es kecil, angina kencang, serta kilatan petir yang sangat membahayakan pesawat terbang. Seperti yang [ernah terjadi pada bencana jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 januari silam. Perkiraan awal menyebutkan pesawat naas tersebut jatuh dan kehilangan tenaga pada mesin mengakibatkan terjebak dalam kumpulan awan cumulonimbus pemicu badai hujan.