Tanda – Tanda Alam Akan Terjadinya Bencana Tsunami

Fenomena Alam – Tsunami adalah bencana alam yang dipicu oleh erupsi gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, gempa bumi bawah laut, maupun faktor kesengajaan oleh manusia seperti ledakan niklir yang secara tidak sengaja menghantam lautan lepas. Ada beberapa terdapat tanda peringatan alam myang akan terjadi sebelum bencana tsunami akan menerjang, berikut adalah beberapa diantaranya.

Tanah Bergetar Dan Suara Gemuruh Ombak Yang Tidak Biasa

Gempa bumi yang berpusat didalam lautan, atau longsor permukaan bawah laut, biasanya akan menyebabkan terjadinya Underwater Disturbance. Pada kekuatan dan kedalaman tertentu kedua peristiwa tersebut dapat memicu terjadinya bencana tsunami. Jika tempat tinggal anda dekat dengan laut dan ada merasakan tanah yang bergetar atau suara gemuruh ombak yang tidak seperti biasa, yang terdengar keras seperti pesawat jet atau kereta, maka segeralah berlari ke daratan yang lebih tinggi dan hindari dari lembah dan sungai.

Air Laut Mendadak Surut

Para ahli melaporkan bahwa tsunami yang mendekat bisa didahului oleh surutnya permukaan air laut secara tiba-tiba. Peristiwa yang tak biasa ini terjadi akibat adanya Megathrust, yakni gerakan naik dari patahan lempeng yang besar yang terdapat di dalam laut. Misalnya ketika lempeng samudera bergerak ke bawah, menunjam lempeng benua, dan menimbulkan gempa bumi. Kekuatan dorongan keatas, seperti “kepalan tangan raksasa” yang muncul dari bawah permukaan air laut menyebabkan air bergulir turun dari sisi-sisi “kepalan tangan raksasa” tersebut, menciptakan gelombang besar yang melaju cepat, secepat pesawat terbang. Gelombang tersebut akan bergerak melintas lautan, meski nyaris tidak terlihat di permukaan. Dan ketika gelombang mencapai air laut dangkal, kekuatan “thrust” dari pergeseran lempeng itu akan mendorong gelombang hingga mencapai puluhan meter ke udara. Segeralah berlari ke dataran yang lebih tinggi jika Anda melihat air laut surut secara cepat dan tiba-tiba.

Binatang dan kemampuan merasakan bahaya yang akan datang

Kepercayaan bahwa hewan memiliki “six sense” telah ada selama berabad-abab. Sebelum gempa bumi terjadi dan ombak raksasa menghantam garis pantai, anjing perliharaan menolak untuk meninggalkan rumah, gajah meniupkan terompet mereka dengan kencang dan berlari ke dataran yang tinggi, kelelawar terbang melarikan diri dan flamingo meninggalkan dataran rendah. Kemungkinannya adalah hewan memiliki indera yang lebih tajam serta tingkat kesadaran yang lebih besar terhadap lingkungan di sekitar mereka, sehingga hewan lebih cepat bertindak menyelamatkan diri. Penelitian mengatakan bahwa hewan dapat merasakan bahaya yang akan datang, getaran dan perubahan elektromagnetik di atmosfer, yang mungkin bagi manusia diartikan sebagai perubahan alam kecil yang tak berarti.

Tindakan penyelamatan yang bisa dilakukan menjelang terjadi tsunami

Tak ada yang bisa memprediksi terjadinya tsunami. Namun, jika Anda merasakan atau melihat dan mendengar tanda-tanda yang disebutkan di atas, maka yang perlu Anda lakukan adalah segera memberitahu orang-orang di sekitar Anda, jangan menunggu peringatan tsunami resmi, dan bergegas menyelamatkan diri dengan

  • Menjauhi daerah pesisir laut dan mencari dataran atau bangunan kokoh yang lebih tinggi. Ingatlah bahwa tsunami merupakan serangkaian gelombang dan gelombang yang pertama mungkin bukan gelombang yang paling mematikan. Bahaya tsunami dapat berlangsung selama berjam-jam setelah datangnya gelombang pertama.
  • Menjauhi sungai. Ombak tsunami bisa bergulir hingga ke sungai dan aliran air lainnya yang mengarah ke laut.

Menyimpan tas persediaan untuk keadaan darurat adalah hal yang penting untuk dilakukan. Isi tas tersebut dengan persediaan obat-obatan, air, baju, serta makanan yang cukup untuk 72 jam. Pastikan juga Anda melengkapi persiapan diri dengan memiliki asuransi kecelakaan. Tsunami, gempa bumi, badai dan tanah longsor – bencana alam terjadi tanpa diduga-duga.