5 Fakta Kuyang Hantu Kalimantan

Fenomena Gaib – Belum lama ini ramai di media sosial sosok hantu kuyang yang berhasil tertangkap kamera. Penampakan itu sempat membuat heboh dan menjadi trending topic di Twitter kemarin. Sebetulnya bukan hanya akhir-akhir ini saja hantu kuyang menjadi topik pembicaraan di media sosial. Saat pengumuman pemindahan ibukota Indonesia yang baru ke Kalimantan Timur, warganet sudah memberi peringatan kalau di sana masih dihuni oleh sosok seram berbentuk kuyang.

Sebetulnya apa sih kuyang itu? Berikut lima fakta terkait kuyang, hantu paling seram di Kalimantan Timur.

  •  Bentuk Kuyang: Kuyang menjadi sosok makhluk yang memiliki bentuk cukup mengerikan. Kuyang berbentuk kepala perempuan berambut panjang yang hanya memiliki organ dalam tanpa tubuh atau tulang.

  •  Asal Kuyang: Kuyang sendiri sebenarnya merupakan perempuan biasa. Kala siang hari, ia berwujud manusia pada umumnya yang suka menggunakan pakaian besar atau jubah. Salah satu perjanjian dengan iblis atau syarat ilmu hitam ini adalah harus rutin mencari tumbal. Makanya, saat malam tiba, kuyang akan mencari tumbal dengan cara melayangkan kepala dan organ dalamnya, sementara tubuhnya menunggu di rumah.

  •  Korban Kuyang: Tumbal yang ditangkapnya akan dihisap darahnya sampai lemas. Biasanya darah yang dihisap kuyang adalah perempuan hamil atau yang baru saja melahirkan, bayi dan bahkan mayat bayi yang baru saja dimakamkan.

  •  Cara Untuk Mengusir Kuyang: Cara paling mudah mengusir kuyang adalah memukul-mukul perabotan rumah tangga di malam hari dan meletakan sapu ijuk di balik pintu rumah. Jika tahu ada salah satu warga yang menjadi kuyang, letakan sapu ijuk atau lidi di tubuh kuyang yang tertinggal di rumah. Kalau ada sapu yang tertancap di tubuh kuyang.

  •  Daerah yang Masih Percaya Dengan Keberadaan Kuyang: Kuyang memang bisa ditemukan hampir di seluruh Indonesia, misalnya di Kalimantan, Bali dan Sumatera Barat. Namun, Kalimantan Timur menjadi provinsi yang paling banyak ditemukan kuyang. Biasanya mereka terlihat di pinggiran Sungai Belayan, Kutai Kartanegara, dan Kecamatan Pasir Belengkong.