Kisah Nyata Remaja Pemuja Setan “Sean Richard Sellers”

Fenomena Misteri – Kehidupan memiliki dua sisi kepercayaan di antara relligius dan  non relligius. Roh Jahat / Setan selalu berusaha mempenagruhi  umat Relligius untuk berbuat jahat atau menyembah mereka. Seperti kisah tentang seorang remaja yang menyembah setan di Amerika. Sean Richard Sellers adalah seorang pamuda setan dan Seorang Serial killer di antara 22 orang di amerika serikat .Sean hanya remaja yang berusia 17 tahun yang telah di fonis Hukuman Mati akibat kejahatan yang telah dilakukan nya. Khasus ini menjadi perhatian dunia karena usianya . Kejahatan apa yang telah dilakukan oleh remaja ini dan apa yang telah di yakini oleh ia , Mari kita simak

Pada tanggal 5 Maret  1986 Sean membunuh ibu dan ayah tirinya ketika mereka tertidur di kamar tidur mereka. Sean hanya mengenakan pakaian dalam untuk menghindari percikan darah pada diri nya, pertama kali sean menembak ayah tiri nya dengan senapan ayah nya lalu suara tembakan tersebut membangun kan ibu nya dan ibu nya melihat Sean telah memunuh ayah tiri nya kemudian sean mengarahkan tembak yang ada di gengaman nya ke arah wajah ibu nya dan melepaskan tembakan tersebut. Sean mencoba untuk menyembunyikan kesalahan nya dengan mengatur tempat kejadian agar terlihat seolah oleh seseorang penyusup yang melakukan pembunuhan tersebut.|

Pada akhir nya Sean mengakui perbuatan nya kepada seorang karyawan di sebuah toko yang bernama Circle K yang berusia 32 tahun yang menolak menjual minuman keras pada Sean. Kemudian Sean di tangkap oleh pihak berwajib atas perbuatan nya . Pada persidangannya , Sean mengakui bahwa ia adalah seorang pemuja Setan” Ezurate” yang menyebabkan Sean membunuh para koraban nya . Dalam Pengakuan Sean terbilang ia telah membaca “The Satanic Bible”  saat berusia  15 – 17 tahun sehingga Sean terjerumus dalam pelajaran Setan/ Iblis, Sean berpikir itu adalah salah satu cara jujur untuk hidupnyam dan ritual itu akan memungkin kan mengendalikan kehidupan Sean.

Pada akhir nya Sean di jatuhkan hukuman pada tahun 1986 dan para juri di pengadilan tidak memiliki pilihan lain selain hukuman kurungan seumur hidup di tambah Sean tidak merasa bersalah atas perbuatan nya. Pada akhir nya para juri memilih hukuman mati pada Sean, namun juri lain nya membantah atas hukuman tersebut. Selama Sean membekuk di penjara Sean kembali menjadi seorang Kristen, dan memulai kehidupan nya dengan anutan dan pengajaran yang benar.