Misteri Penyebab Seringnya Terjadi Kecelakaan Di Tanjakan Emen

Fenomena Misteri – Untuk warga Subang dan sekitarnya pastinya sudah tidak asing lagi apabila mendengar kata tanjakan Emen. Jalan tersebut merupakan jalan penghubung antara Subang dan Bandung. Ya, tanjakan yang berlokasi di Jalan Raya Subang, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat ini menjadi pembicaraan hangat oleh masyarakat dikarenakan seringkali terjadi kecelakaan yang memakan banyak korban jiwa.

Dengan meningkatnya angka kematian akibat kecelakaan di tanjakan Emen ini sehingga beredar isu bahwa terdapat kisah misterius yang sampai pada saat ini misteri tersebut belum terpecahkan. Hal ini dikarenakan setiap kecelakaan yang terjadi untuk penyebabnya sangat sulit diungkapkan. Sehingga masyarakat percaya bahwa tempat tersebut merupakan sarang dari berbagai jenis makhluk astral dan seringkali berbuat jahil terhadap kendaraan yang melintas di tanjakan tersebut. Untuk itulah bagi kendaraan yang hendak melintasi jalan tersebut hendaknya berhati-hati dan konsentrasi di dalam menyetir kendaraannya dan yang utama adalah berdoa kepada Tuhan dan memohon perlindunganNya.

Bila hendak melintasi jalan tersebut, menurut mitos yang beredar apabila ingin selamat sampai ke tempat tujuan maka pengemudi harus membuang puntung rokok, uang serta wajib membunyikan klakson kendaraannya. Apabila hal tersebut dilanggar, maka akan terjadi sesuatu terhadap si pengguna jalan tersebut.

Mengenai ihwal mitos tanjakan Emen ini menurut kesaksian seorang warga setempat yang merupakan anak kandung dari alm. Pak Emen bernama Wahyu, dikisahkan olehnya pada tahun 1956 bulan Desember terjadi kecelakaan di daerah Ciceneng, Lebakan Wates yang menewaskan ayahnya yang merupakan seorang sopir oplet. Penyebab tewasnya sopir tersebut karena pada saat itu oplet yang dikendarai oleh Pak Emen mengalami rem blong dan diceritakan oplet tersebut langsung meluncur hingga menabrak tebing dan kemudian terbalik dan terbakar. Saat itu menurut Wahyu, yang selamat pada kecelakaan tersebut hanya 2 orang. Pak Emen sendiri meninggal setelah di bawa ke Rumah Sakit dan dimakamkan di daerah Jayagiri, Lembang. Semenjak kecelakaan itulah akhirnya tanjakan tersebut dinamakan tanjakan Emen.

Karena peristiwa kecelakaan beberapa tahun silam yang menewaskan Pak Emen itulah sampai sekarang masyarakat setempat masih percaya mitos bahwa arwah Pak Emen lah yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan di tanjakan tersebut.

Apabila dilihat secara geografis, jalur tanjakan tersebut memiliki kecuraman yang sangat ekstrim dengan kemiringan sekitar 40 hingga 50 derajat dengan panjang jalan 2-3 KM dan berkelok-kelok dengan tikungan tajam serta kondisi jalan yang bergelombang. Untuk itu bagi pengguna jalan yang hendak melintasi jalur tanjakan Emen hendaknya lebih berhati-hati di dalam berkendara dan selalu memperhatikan kondisi kendaraannya serta kondisi fisik sebelum berkendara. Dan juga selalu berdoa untuk meminta perlindunganNya agar diberi keselamatan selama perjalanan agar dapat tiba di tempat tujuan dengan selamat.