Kepercayaan Masyarakat Papua Akan Sosok Gaib Penunggu Tambang Emas

Fenomena Gaib – Melihat letak geografis pulau Papua yang hampir 71% merupakan hamparan hutan rimba yang terdiri atas lembah-lembah yang sangat curam dan pegunungan tinggi, sehingga menyebabkan untuk masuk ke lokasi tambang emas dan pembukaan daerah baru akan sulit terjangkau. Dan untuk akses masuk ke sana pun harus seizin pemilik hak ulayat tanah ataupun penunggu gaib di lokasi tersebut.

Untuk para tamu yang berniat masuk ke lokasi baru yang berada di daerah Skamto Kabupaten Keerom, sekiranya harus membawa alat persembahan atau sesajen. Untuk sesajennya sendiri bisa bermacam-macam jenis, untuk sesajen berupa tembakau, pinang, kapur dan juga sirih ditujukan untuk pemilik tanah dan penunggu gaib di lokasi tersebut.

Apabila berupa potongan kepala hewan ternak akan ditanam di kawasan yang merupakan tempat pembukaan lahan baru tersebut. Kemudian kepala dari hewan tersebut nantinya ditanam beserta uang koin senilai 1000 rupiah sebanyak 5 buah.

Dan yang terakhir untuk sesajennya berupa ayam berbulu putih dan tidak di haruskan untuk jenis kelamin ayam tersebut apakah harus jantan ataupun betina. Kemudian ayam tersebut akan dipotong di lokasi tambang dan nantinya darah dari hewan tersebut akan dituang mengelilingi area tambang di mana para pekerja tersebut bekerja nanti.

Dengan adanya sesajen atau persembahan sebagai simbol untuk menghormati para leluhur dan juga prosesi adat setempat, diharapkan bisa memberikan keselamatan dan juga kesehatan kepada semua pekerja di lokasi tambang tersebut.

Lain halnya dengan kepercayaan masyarakat yang berada di daerah Meepago yang diketahui banyak terdapat sungai-sungai penghasil emas. Konon katanya daerah tersebut di jaga oleh sesosok gaib berwujud naga. Dan para pekerja tambang tersebut dikabarkan sempat bertemu dengan sosok penunggu daerah tambang tersebut.

Di dalam bekerja mencari emas, para pekerja diharuskan bekerja dengan keihklasan dan dengan ketulusan hati. Jangan sampai hati mereka yang bekerja di lokasi tambang tersebut dikotori oleh hal-hal yang bersifat negatif dan setidaknya harus menghormati daerah di mana mereka bekerja. Karena menurut kepercayaan mereka, bahwa emas itu merupakan sesuatu yang dianggap sangat sakral.

Dan bagi para pekerja tambang apabila ada yang melanggarnya, ketika mereka merintis usaha emas di tempat tambang tersebut maka usaha yang dirintisnya itu akan mengalami kebangkrutan. Namun berbeda untuk  si pekerja tambang apabila selama dia bekerja di lokasi tambang tidak melakukan hal-hal yang bersifat negatif, maka dia akan mengalami kejayaan di dalam usaha emasnya tersebut.

Itulah sebabnya masyarakat setempat mempercayai akan adanya hubungan yang sangat erat antara alam di Papua dengan para penunggu/penjaga gaib alam tersebut.