Kisah Mistis Supir Taxi Jepang Yang Membawa Hantu di Kota Bekas Tsunami

Fenomena Gaib – Bencana datang tidak terduga, kita tidak tahu kapan bencana itu akan terjadi entah hari ini atau besok siapa yang tahu Rencana Tuhan. Ada beberapa kejadian bencana yang membuat saudara-saudara kita lebih dulu meninggalkan kita. Sebagai manusia kita hanya bisa parsah saat bencana tersebut datang dan menimpa seperti kejadian bencana Tsunami Jepang di Sendai.

Pada tahun 2011 tepatnya hari jum’at 11 Maret 2011 jam 14:46 lalu,  jepang dilanda gempa berskala 9 SR di lepas pantai laut Pasifik yang berada di bagian timur dekat kota Sendai. Akibat gempa di tengah laut itu terjadilah gelombang Tsunami dari tengah laut yang paling tinggi hingga 40 meter atau 133 kaki, air laut menerjang dan memporak porandakan segalanya air laut terus masuk ke daratan hingga sejauh 6 mil atau hampir 10 kilometer.

jumlah korban tragedi tsunami itu sebanyak 15.891 jiwa dan sekitar 2.500 jiwa dinyatakan tidak ketemu jasadnya. Tragedi itu dinamai sebagai “2011 Tohoku earthquake and tsunami” atau di Indonesia dinamai “Gempa bumi dan Tsunami Sendai 2011”.

Beberapa tahun sesudah Tsunami itu ada seorang Mahasiswi Tohaku Gakuin University yang bernama Yuka Kudo mewawancarai lebih dari 100 supir taksi sebagai tesis penelitiannya.

Dari beberapa supir taksi yang di wawancarai nya ada supir yang mengaku beberapa bulan setelah kejadian bencana ia membawa seorang penumpang wanita yang minta di antar ke Distrik Minahimaha, lalu supir itu menjelaskan tidak ada yang tersisa di distrik tersebut dan penumpang itu pun kemudian bertanya dengan lirih bergetar “Apakah aku sudah mati?” ketika menoleh ke arah penumpangnya, wanita tersebut sudah hilang.

Pengemudi lain juga bercerita bahwa sedang mengantarkan seorang pria yang ber usia 20 tahunan ke suatu bagian kota, ketika pengemudi melihat kebelakang melalui kaca spion penumpangnya menunjuk ke arah depan, penumpang itu pun berkata “Hiyoriyama (gunung). Namun ketika tiba sampai disana pemuda itu pun hilang entah kemana.

Lebih dari tujuh orang pengemudi taksi mengalami pengalaman yang sama. Karena semua hantu yang ditemui masih muda, maka diyakini bahwa mereka memang korban bencana gempa dan tsunami jepang pada tahun 2011 silam. Anak-anak muda memiliki power yang kuat ketika mereka tidak bisa bertemu dengan orang yang di cintainya. Karena mereka ingin menyampaikan kepahitan hidupnya maka mungkin mereka lebih memilih taksi yang layaknya seperti kamar pribadi sebagai media bagi mereka.