Kisah-Kisah Horor Anak Kos yang Bakal Bikin Kamu Susah Tidur Bagian 2

Fenomena Gaib – Kisah horor anak kost yang bakal bikin kamu susah tidur Bagian 2

Kisah-Kisah Horor Anak Kos yang Bakal Bikin Kamu Susah Tidur Bagian 2

Lulus SMA aku merantu ke kota ini untuk melanjutkan pendidikan alias kuliah, Kampusku berada di daerah yang cukup rami dan strategis di dekat kampusku juga ada beberapa kampus-kampuslain salah satunya adalah kampus seni.

Aku mendapatkan kos-kosan yang aku rasa nyaman bangunannya luas tingkat dua daku menempati kamar di lantai atas dua dari pojok. Kamar kiri dan kananku kelihatannya sih sepi mungkin gak berpenghuni mungkin juga ada yang menempatinya tapi aku belum pernah ketemu aja karena akukan masih baru banget, baru beberapa hari disini.

Aku ingat itu adalah malam minggu petamaku di kosa itu, Waktu itu aku diajak main sama salah satu teman SMA ku yang kebetulan juga kuliah dikampus yang sama dengan ku tapi beda kos-kosan maklum Cowok-Cowok kalau udah nongkrong sambil ngerokok dan ngopi bisa lupa waktu sama waktu itu aku juga saking keasikan nongkrong gak kerasa tau-tau udah jam satu malam aja akhirnya aku pamit pulang takutnya gerbang kost dikunci atau gimana. Meski kos cowok biasanya gak gitu sih.

Sekitar jam 2an aku sampai ke kost. Okay, gerbang emang gak dikunci sih. Tapi suasana kost udah sepi pake banget. Ya maklum deh, meski malam minggu, tapi kalau udah jam segitu pasti penghuni kost sebagian besar udah tidur, dan sebagian lagi mungkin emang gak niat pulang ke kost. Pelan-pelan aku menaiki tangga ke lantai atas, takut suara langkah kakiku membangunkan penghuni kost lain.

Sampai di kamar, aku langsung ganti baju. Niatnya sih langsung tidur. Tapi meski lampu sudah dimatikan, kipas angin sudah dinyalakan, aku tetep gak bisa tidur. Entah kenapa. Akhirnya aku cuma bermain HP sampai tiba-tiba terdengar sesuatu dari kamar sebelahku, kamar yang paling pojok.

Mahasiswa Musik

Kisah-Kisah Horor Anak Kos yang Bakal Bikin Kamu Susah Tidur Bagian 2

Awalnya sih suaranya sayup-sayup, aku kira suara angin atau apa. Tapi makin lama suaranya jadi makin jelas. Suaranya seperti suara alunan biola. Suaranya jelas berasal dari kamar pojokan itu. Aku langsung mikir, oh ternyata kamar sebelah ada yang pakai. Suara alunan biola tadi enak didenger, beneran deh, dan bikin ngantuk. Aku mikirnya ini pasti yang menempati kamar sebelah adalah mahasiswa musik. Secara, kos-kosan ini kan deket juga sama kampus seni dan di sana ada jurusan musiknya.

Tapi, ngapain dia mainan biola jam 3 pagi begini. Aku sih berusaha mikir positif aja. Mungkin dia besok ada ujian… eh tapi kan besok hari Minggu. Ooh ya mungkin besok dia ada pentas, konser, atau apalah. Aku berusaha think positif aja pokoknya. Lagian, suara biolanya asyik banget.. bisa jadi pengantar tidur.

Baru aja dibatin suara biolanya enak, tiba-tiba suara itu berganti jadi suara cowok yang sayup-sayup bersenandung pelan. Sama seperti suara biola, suara cowok yang bernyayi ini juga merdu dan enak didengarkan. Dia menyayikan lagu yang sepertinya lagu klasik dengan bahasa asing, bukan bahasa Inggris pokoknya. Wah fix, nih, masnya penghuni kost sebelah pasti mahasiswa musik yang berbakat banget.

Suara nyanyian mas-mas mahasiswa musik tadi terdengar sampai entah berapa lama, sampai akhirnya aku tertidur. Bangun-bangun, aku melirik jam di HP dan udah jam 10 pagi sodara-sodara. Aku langsung bangun dan mengambil alat mandi, aku bergegas keluar kamar dan menuju ke kamar mandi. Kamar mandi lantai atas berada di ujung lorong, tepat di sebelah kamar mas-mas mahasiswa musik yang semalaman konser sampai menidurkanku. Saat aku melewati kamarnya, kamarnya tertutup rapat, seperti biasa. Ah, mungkin masnya masih tidur, atau mungkin udah pergi sejak pagi.

Selesai mandi, aku cari sarapan di warung ramesan depan kost. Di sana sepi, cuma ada cowok satu yang lagi sarapan juga. Melihatku keluar dari bangunan kost, dia menyapaku Kost di situ juga? Oooh.. ternyata tetangga. Iya masnya juga? tanyaku. Ia mengangguk.

Kami kemudian kenalan. Namanya mas Dedi. Dia udah sekitar 2 tahunan kost di kos-kosan ini dan dia menempati kamar paling depan, dekat pakirkan motor. Setelah sama-sama selesai sarapan, aku dan mas Dedi tadi berjalan balik ke kost. Kamar kamu yang mana? tanya mas Dedi. Itu mas aku menunjuk ke arah kamarku. Ooh, aman deh. Anak-anak lantai atas baik-baik semua kok.” ujarnya lagi. Aku pun kemudian teringat pada mas-mas mahasiswa musik yang semalam main biola di kamar sebelah. Tanyain ah ke mas Dedi, penasaran soalnya, udah hampir seminggu kost di sini belum pernah ketemu sama mas-mas mahasiswa musik tadi.

“Eh mas, kalau sama mahasiswa musik di kamar sebelahku, mas kenal gak?” Aku pun bertanya pada mas Dedi. Mas Dedi terlihat kaget dan bingung. “Hah? Mahasiswa musik?”. Aku mengangguk dan mas Dedi terdiam cukup lama. Okay, this is awkward. Ada yang gak beres nih. “Mas, emang kenapa mas? Gak kenal juga gak papa kok. Hehehe…” candaku sambil berusaha mencairkan suasana.

Dan bagian yang bikin bulu kuduk merinding pun dimulai… Mas Dedi mengajakku untuk duduk di bangku panjang yang ada di dekat parkiran motor kos-kosan. Dia bertanya kenapa kok aku bisa menduga-duga di sebelah kamarku tadi dihuni oleh mahasiswa musik. Aku pun bercerita soal yang aku dengar semalam. Selama aku cerita, mas Dedi cuma mengangguk-angguk sambil sesekali menghela nafas panjang.

Selesai aku cerita, mas Dedi balik bercerita. Dan… you know what?! Kamar di sebelahku di mana terdengar alunan biola dan nyanyian semalam itu udah hampir setahun ini kosong! Ya, kosong! Sial! Jadi siapa yang main biola sama nyanyi di semalaman di situ?! Akhirnya, mas Dedi mengungkapkan kisah yang bikin bulu roma merinding. Sekitar setahun yang lalu memang kamar itu dihuni oleh seorang mahasiswa juga, tapi bukan mahasiswa jurusan musik. Dia emang punya hobi bermusik, terutama main biola dan nyanyi. Sewaktu mahasiswa ini ngekost di kamar kost sebelah, seluruh penghuni kost udah gak heran lagi sama suara alunan biola dan kadang-kadang suara nyanyian dari dalam kamar.

Nah, pas liburan panjang, si mahasiswa ini pulang kampung, tapi dalam perjalannya mengalami kecelakaan motor dan meninggal dunia. Horornya, meski dia udah meninggal dan barang-barang di kamarnya juga udah dibawa balik sama keluarganya ke kampung halamannya, kadang suara alunan biola dan nyanyian masih sering terdengar dari kamarnya yang sampe hari ini kosong tak berpenghuni.

Sial! Umpatku. Berarti yang semalaman aku dengar itu adalah suara… ah sudahlah. Mas Dedi titip pesan agar aku gak usah takut, sama jangan lupa bilang permisi aja kalau pas lewat kamar sebelah tadi. Meski gitu, tetep aja setelah mas Dedi masuk kamar dan aku berjalan balik ke kamar melewati kamar sebelah (dan udah ngebatin permisi), aku tetep merinding dan diguyur keringat dingin.

Malam-malam selanjutnya, aku gak pernah lagi mendengar suara biola atau nyanyian dari kamar sebelah. Benar-benar cuma satu kali itu, mungkin siapapun atau apapun itu yang sekarang ada di kamar sebelah cuma pengen kenalan waktu itu, karena aku juga penghuni baru. Yang penting aku percaya, aku gak ganggu dia, malah aku berusaha mendoakannya supaya dia tenang di alam sana. –THE END