Misteri Gereja Ayam Yang Terletak di Atas Bukit

Fenomena Misteri – Indonesia memiliki sejumlah tempat yang memiliki nilai keindahanya, namun tak jarang banyak juga yang menyimpan cerita misteri yang membuat bulu kuduk berdiri. Salah satunya ialah gereja ayam yang berada di dekat wisata Candi Borobudur.

 

Tepatnya di Desa Gombong, kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa tengah. Desa ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari tempat wisata borobudur. Gereja ayam ini merupakan salah satu tempat yang pernah dijadikan tempat uji nyali pada tahun 2012. Namun acara tersebut tidak berhasil karena banyak sekali gangguan aura mistis saat syuting disini, hal ini dikarenakan aura mistis di gereja ayam sangat kuat. Ada beberapa kejadian hal aneh yang terjadi selama proses syuting uji nyali dan hal ini membuat para crew dan peserta cukup takut. Kejadian aneh dari gangguan makhluk perempuan atau bayangan besar dilakukan oleh penunggu dari gereja ayam ini.


Gereja ayam memiliki 7 lantai yang masing-masing memiliki cerita yang berbeda. Yakni, cerita spiritual manusia, cerita makna doa, kebaikan tuhan, dan kearifan lokal yang dimana semua cerita tersebut dituangkan dalam lukisan yang saling berhubungan dengan pesan moral. Gereja ayam ini berdiri pada tahun 1992 yang memiliki sejarah panjang, yaitu Daniel Alamsyah yang memiliki ide untuk mendirikan Gereja Ayam di atas bukit Rhema. Melalui pergumulan batin mendapatkan sebuah petunjuk mimpi yakni tentang membangun rumah berdoa di suatu perbukitan yang masih asing dimana belum pernah dikunjungi. Pada tahun 1988 Daniel dan keluarga mengunjungi wisata Borobudur dan bertemu dengan seorang pria yang asli dari sana. Dari sinilah ia mengetahui ada sebuah bukit di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, kecamatan borobudur, Magelang.


Setelah berdoa semalaman, ia seperti mendapat sebuah pesan yang kemudian hari dinamakan Bukit Rhema bagi umat kristiani berarti firman yang hidup. Pada tahun 1992 rumah doa tersebut mulai di bangun, namun pada tahun 1996 proses pembangunan sempat terhenti dikarenakan adanya krisis moneter. Bangunan ini juga sempat di manfaatkan sebagai tempat panti rehabilitasi bagi anak-anak yang kekurangan fisik, orang kurang waras, anak muda yang memiliki masalah dan orang yang ketergantungan narkoba. Namun di tahum 2000 gereja ini sempat di tutup karena penolakan warga. Dan tahun 2014 gereja ini dibuka kembali dan menjadi tempat ibadah sekaligus tempat wisata.