Tidak Hanya Negara, Matahari pun Alami Lockdown, Ahli Sebut Bumi Bisa Terancam Bencana

Fenomena Alam – Ahli astronomi mengatakan bahwa matahari saat ini sedang mengalami masa Lockdown yang dilakukan juga oleh beberapa negera di dunia akibat adanya pandemi virus corona atau Covid-19.

Lockdown matahari menandakan penurunan aktivitas matahari yang biasa di sebut dengan kata periode solar minimum. Dari pengamatan ilmuwan menunjukan adanya penurunan aktivitas permukaan matahari yang drastis. Hal tersebut di tandai dengan adanya bintik matahari yang menghilang dengan sendirinya. Para ilmuwan mencatat adanya tidak ada aktivitas matahari atau mengalami hari tanpa bintik sebanyak 76 persen sampai saat ini. Tahun lalu juga tercatat bahwa matahari tercatat tidak beraktivitas sebanyak 77 persen dalam setahun, dengan begitu 281 hari tanpa adanya bintik di matahari.

Para peneliti mengamati bahwa bintik matahari sudah menghilang, hal ini dapat mengindikasikan tentang manusian akan memasuki periode paling lama dari prosesnya resesi sinar matahari yang pernah terekam.

Tony mengatakan bahwa Solar Minimum ini menyebabkan adanya pencairan sinar kosmik yang bertambah di tata surya. Paparan sinar kosmik yang begitu besar akan menyebabkan pengancaman kesehatan para astronom dan peloncong yang ada di kutub utara. Jumlah sinar kosmik yang berlebih ini pun bisa memicu adanya petir dan menjadikannya lebih dari ancaman kesehatan.

Diduga Akan Adanya Bencana

Diambil dari Nature World News, Tony mengatakan beberapa dari penelitian menunjukan adanya penurunan Matahari yang bisa mungkin mengakibatkan hal serupa dengan periode Minumum Dalton dan modern minimum yang ada di penghujung abad ke 17. Diamana saat ini aktivitas matahari sangat rendah sehingga aktivitas memicu pada penurunan global dan berimbas pada produksi pangan.

Periode tersebut akan di tandai dengan adanya cuaca dingin, gagal panen, kelaparan, dan bahkan gunung merapi yang signifikan. Temperatur juga turun 2 derajat celcius selama 20 tahun lebih dan menyebabkan gangguan produksi pangan dunia sehingga terjadinya kelaparan. Pada abad ke 17 dan 18 suhu sangat turun sehingga sungai Thames Inggris membeku dan adanya badai petir yang melanda bumi.

Bagian dari belahan bumi utara juga akan mengalami periode sporadis salju yang tebal dan juga mematikan selama bulan Juni, Juli, serta Agustus 1816. Pada tahun 1815, tercatat juga Gunung Tambora di Indonesia meletus yang mengakibatkan aktivitas matahari terhalang abu gunung berapi dan disebut dengan (matahari lockdown). Setelah setahun kemudian letusan tersebut dijuluki dengan nama letusan gunung berapi terbesar di dunia dalam 2 ribu tahun serta menewaskan kurang lebih 71 ribu orang.