Kisah Mistis Terowongan Wilhelmina

 

Fenomena Misteri – Terowongan kereta api ini merupakan salah satu terowongan sisa peninggalan zaman Belanda di Pangandaran. Terowongan kereta api ini ialah untuk jalur Banjar-Cijulang, Panagandaran.

Tepatnya di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terowongan Wilhelmina dinobatkan sebagai terowongan terpanjang di dunia. Dari data yang di himpun, panjang terowongan mencapai 1.208 meter. Salah satu saksi yang masih hidup dan pernah menyaksikan langsung saat pembuatan terowongan tersebut. Nenek Rohaeti mengatakan jalur tersebut di bangun oleh penjajah Belanda di bawah suruhan perusahaan kereta api Staats Spoorwegen.

Terowongan Wilhelmina ini dibangun pada tahun 1914 dan diresmikan pada tanggal 1 Juni 192. Untuk nama Wilhelmina diambil dari seorang raty dari Kerajaan Belanda yang juga memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria. Jaman dahulu terowongan ini hanyalah batuan kapur yang berada di bawah Desa Emplak dan Desa Bagolo di Kecamatan Kalipucang.

Dikenal oleh masyarakat, terowongan ini sangat angker karena saat membangun terowongan Wilhelmina yaitu tahun 1916, sempat terhenti karena tidak ada tenaga ahli yang mau bekerja. Dengan alesan lokasi yang sulit, banyak pekerja yang mengalami sakit hingga meninggal dunia. Dengan segala cara agar cepat selesai sehingga banyak memakan korban dalam membangun terowongan ini, sebab jalur tersebut sangat penting untuk mengangkut hasil bumi yakni seperti kopra, padi dan rempah.

Namun untuk saat ini terowongan Wilhelmina sangat memprihatinkan karena di sekelilingnya sudah dipenuhi dengan ilalang dan rumput liar sehingga menambah kesan mistis. Serta untuk rel kereta sudah banyak yang hilang akibat dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ditambah lagi banyak yang melihat sesajen di depan terowongan tersebut, entah tujuannya apa namun banyak sekali orang yang menaruh sesajen di depan terowongan sehingga menambah horor. Namun di tahun 2020 ini ada kabar baik yaitu akan beroperasi kembali untuk jalur Bandung-Pangandaran, sehingga terowongan ini kembali si rawat.