Cerita Mistis Candi Gedong dan Tragedi Joko Pangon

Fenomena Misteri – Tepatnya di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Blitar. Terdapat sebuah Candi Gedog kuno yang diyakini sebagai artefak yang menyimpan kisah tragis.

Cerita ini dialami oleh seoarang tokoh masyarakat yang bernama Joko Pangon. Joko pangon merupakan bangsawan atau prajurit dari Kerajaan Mataram. Menurut warga sekitar Joko merupakan salah satu warga sebagai seorang penjaga kerbau-kerbau yang dimiliki oleh seorang juragan bernama Swansang. Sebagai imbalan atas pengabdianya, Joko di perbolehkan untuk memilki seluruh anak kerbau yang berkelamin jantan dam anak-anak kerbau yang dilahirkan sebagai betina menjadi milik Swangsang. Namun tanpa di duga rupanya kerbau-kerbaunya lebih banyak melahirkan kerbau jantan dibanding bertina.

Swangsang yang waktu itu mulai iri kepada Joko Pangon membuat perjanjian baru dengan menyatakan bahwa semua anak kerbau betina akan menjadi milik Joko, dan untuk anak kerbau jantan akan menjadi milik Swangsang. Namun hal tidak diduga muncul kembali dengan semua kerbau miliki Swangsang melahirkan anak kerbau betina. Marah dan kesal dengan semua itu Swangsang menyuruh orang-orang untuk menagkap dan membunuh Joko Pangon. Tangan dan kaki Joko diikat dan dilemparkan je dalam sumur. Randu Agung yang dimana merupakan seorang janda yang mengangkat Joko sebagai anak. Randu Agung memiliki anjing kesayanganya dan ialah yang pertama kali menemukan jasad Joko Pangon di dasar sumur.

Candi Gedog merupakan makan Joko Pangon yang saat ini dikenal dengan tempat sakral yang kerap dikunjungi oleh orang sebagai tempat untuk melakukan ritual-ritual tertentu. Menurut mitos yang beredar, makan Joko Pangon ini dijaga oleh makhluk halus yang menyerupai anjing, ular serta macan. Anjing yang kabarkan merupakan anjing peliharaan Randu Agung yang pertama kali menemukan jasad Joko Pangon.