16 Fenomena Yang Akan Muncul di Langit Juli 2020

Fenomena Alam – Lembaga Penerbangan dan Antariska atau LAPAN menyampaikan bahwa akan ada sejumlah fenomena astronomi yang akan terjadi di bulan Juni 2020 ini. Berdasarkan dengan pengamatan, fenomena astronomi ini yang paling dekat ialah konjungsi inferior Merkurius.

Berikut fenomena-fenomena yang akan muncul di bulan Juni:

1. Konjungsi Inferior Merkurius

Pada tanggal 1 Juni kemarin Konjungsi Interior Merkurius muncul, yang menandai dengan pergantian ketampakan Merkurius yang semula dapat terlihat saat senja, dan kemudian berubah menjadi ketika fajar. Fase ini terjadi pada pukul 11.44 WIB.

2. Gerhana Bulan Penumbra

Di hari yang sama gerhana tidak bisa terlihat di Indonesia karena bulan sudah berada di bawah ufuk, melainkan di wilayah Kanada , Amerika Serikat, Kepulauan Karibia, dan Meksiko. Gerhana Bulan Penumbra akan terjadi di pukul 10.17.23 dengan puncak gerhana pukul 11.29.51 WIB.

3. Konjungsi Bulan dan Jupiter

Dari tanggal 5-6 Juli, Waktu terbaik untuk mengamati Konjungsi Bulan dan Jupiter ketika fajar bahari atau nautika pada jam 05.00 WIB dengan jaraknya pisah di 2 derajat.

4. Konjungsi Bukan dan Saturnus

pada tanggal 6-7 Juli akan terjadinya Konjungsi Bulan dan Saturnus dengan waktu terbaik menikmati fenomena itu ialah pada pukul 19.00 WIB. Dimana ketika keduanya telah terbit di ufuk barat dengan mempunyai jarak pisah 3 derajat dan posisi Saturnus berada di barat daya.

5. Konjungsi Bulan Mars

Di tanggal 12 Juni waktu yang tepat untuk melihat Konjungsi Bulan dan Mars ialah pada pukul 05.48.56 WIB dengan jarak pisah 1,25 derajat antara Mars berada di Barat atau bawah Bulan jika menghadap ke Barat Laut.

6. Konjungsi Venus – Aldebaran

Akan terjadi di tanggal 12 Juni, terjadi ketika fajar nautika atau bahari yakni terjadi di pukul 05.00 WIB dengan jarak pisahnya 57,7 menit dibusur 0,99 derajat.

7. Fenomena Apgee Bulan

Fenomena ini akan terjadi di tanggal 13 Juni 2020, pada pukul 02.26.23 WIB. Dimana bulan akan berada di posisi terjauh di Bumi, yakni di 404.158 km dengan diamter bulan sebesar 29,56 menurut busur dengan iluminasi 51,8 persen.

8. Fase Perbani

Di hari yang sama, saat terjadi posisi Bulan, Matahari, dan Bumi membentuk sudut 90 derajat. Pada fenomena itu Bulan akan terbit ketika saat tengah malam dan berkulminasi ketika Matahari terbit. Fase ini akan terjadi di pukul 06.28.51 WIB.

9. Oposisi Jupiter

Akan terjadi di tanggal 14 Juni, dimana posisi Jupiter, Bumi, dan Matahari ada di satu garis lurus dengan puncak Oposisi Jupiter terjadi di jam 15.30 WIB.

10. Konjungsi Bulan dan Venus

Pada tanggal 17 Juni 2020 fenomena ini akan terjadi dan untuk waktu terbaik melihat fenomena ini pada pukul 05.15 WIB dengan memiliki jarak pisah 4,5 derajat.

11. Konjungsi Bulan Merkurius

Dimana fenomena ini terjadi di 19 Juni 2020, untuk waktu terbaik pengamatan ialah ketikan fajar sipil pada pukul 05.300 WIB

12. Fase Bulan Baru

Pada tanggal 210Juni 2020, terjadinya Fase Bulan baru pada pukul 00.32.44 WIB. Bulan berjarak 377.192 km, Hilal yang ada di fase Bulan baru dapat diamati dengan alat bantu seperti binokular atau teleskopp.

13. Oposisi Saturnus

Terjadi dihari yang sama, yang dimana Saturnus, Bumi dan Matahari berada di garis lurus. Kabarnya akan terjadi pada 05.33 WIB dan untuk Indonesia tengah dan timur hanya akan melihat waktu terbaiknya pada 05.00 ketika fajar nautika atau bahari.

14. Elongasi Merkurius

Pada tanggal 23 Juni akan terjadinya Elongasi Merkurius yang terbitnya pada pukul 04.39 WIB hingga terbitnya Matahari.

15. Fenomena Perigee Bulan

Dan untuk keesokan harinya akan adanya fenomena ini dimana posisi terdekat Bulan dan Bumi akan terjadi dan hanya berjarak 368.397 km dari Bumi. Dan terjadi pada pukul 11.5338 WIB yang bisa diamati dengan mata telanjang.

Sedangkan fase perbani awal dimana Bulan, Bumi dan Matahari membentuk sudut 90 derajat, dan tentunya akan terjadi di tanggal 27 Juni 2020. Dimana bulan akan terbit ketika tengah hari dan selanjutnya berkulminasi saat Matahari terbenam.

16. Puncak Meteor Delta Aquarid

Dimana puncak hujan meteor Delta Aquarid akan terjadi di tanggal 28 sampai 29 Juni hingga 23 Agustus lamanya. Pengamatan terbaik yang bisa dilihat ialah sebelum fajar astronomis atau pada jam 03.00-04.00 WIB.