Penampakan Dataran Tinggi Dieng yang Diselimuti Es!

Fenomena Alam – Saat berada di pegunungan merasakan suasana dingin memang sudah hal biasa. Namun, bagaimana jika sudah sampai menimbulkan embun es? Tentu saja hal itu menjadi tak biasa, apalagi jika terjadi di Indonesia. Salah satunya berada di kawasan wisata di Indonesia yakni dataran tinggi Dieng yang mengalami fenomena tersebut.

Terkadang pegunungan Dieng memang memiliki suhu di bawah titik beku, sehingga dapat memunculkan embun es atau biasanya disebut juga dengan Bun Upas. Berikut ulasan tentang dataran tinggi Dieng yang dipenuhi embun es.

  • Suhu mencapai minus tiga derajat Celsius

Embun es yang terjadi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah ini memang sudah terjadi sejak Jumat lalu. Namun, embun es paling tebal yang terjadi kemarin, Sabtu (25/7/2020). Hal ini disebabkan suhu udara mencapai minus tiga derajat Celsius.

Warga setempat juga sempat mengukur suhu udara menggunakan thermometer dan hasilnya sesuai. Tetapi, thermogun menghasilkan angka yang lebih ekstrem, yakni minus tujuh derajat Celsius.

Sebelumnya suhu udara dataran tinggi Dieng pada Jumat (24/7/2020) tak mencapai angka minus, yakni hanya nol derajat Celsius. Namun, angka tersebut pun sudah mampu menimbulkan embun es di sekitar objek wisata.

  • Candi Arjuna jadi lokasi paling terdampak

Salah satu destinasi wisata yang terdampak oleh kemunculan embun es adalah Candi Arjuna. Kompleks candi tersebut dipenuhi es yang jauh lebih tebal, apalagi bagian lapangan. Hampir seluruh rerumputan dipenuhi embun es tersebut.

Penyebab utama embun es tumbuh subur di Candi ini karena berada di daerah datar dan dikelilingi oleh perbukitan, sehingga jarang ada angin. Hal itulah yang membuat embun es muncul secara masif di sana.

  • Sudah tiga kali terjadi selama tahun 2020 ini

Fenomena alam ini sudah terjadi untuk yang ketiga kalinya, sebenarnya embun es tak selalu muncul setiap hari di dataran tinggi Dieng. Pertama terjadi pada 18 Januari, karena suhu waktu itu sempat berada di angka nol derajat Celsius.

Peristiwa serupa juga terjadi pada Juni lalu, tepatnya 12-13 Juni. Embun es muncul saat suhu setempat ada di angka minus dua derajat Celsius. Biasanya, fenomena embun es ini diawali dengan cuaca malam yang cerah, lalu suhu tiba-tiba turun menjadi minus. Kondisi itu berpotensi menimbulkan embun es nantinya.

Rencananya destinasi wisata Pegunungan Dieng akan dibuka kembali saat new normal pada Agustus mendatang. Kalau tak ditutup, kawasan ini akan penuh dengan wisatawan yang ingin melihat embun es.