Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Alam – Fenomena waterspout atau belalai air terjadi di Danau Laut Tawar, Kampung Mengaya, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Kejadian tersebut terjadi Kamis (26/3/2020) petang sekitar pukul 18.30 WIB. Berikut fakta mengenai fenomena waterspout atau belalai air di Aceh:

  1. Pertama diketahui para pemuda yang sedang bermain voli

Fenomena ini pertama diketahui oleh sejumlah pemuda yang tengah bermain voli di lapangan desa setempat. Lokasi mereka bermain voli dekat dengan Danau Laut Tawar, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. Tiba-tiba muncul pemandangan yang menurut mereka mengejutkan dan baru pertama kali terjadi. “Ketika pemain voli berhenti, kami yang sedang menonton voli juga tumpah ruah bersama masyarakat menyaksikan ada yang berputar seperti angin puting beliung dari arah danau,” kata Sekretaris Kampung Megaya, Haidir.

  1. Terjadi selama 25 menit

Haidir mengungkapkan, fenomena angin putting beliung di danau itu terjadi sekitar 25menit. Angin yang tampak berputar dari awan yang sedang mendung hingga berujung ke air danau, seolah – olah menyedot air tersebut. Fenomena di sertai suara gemuru langit. Peristiwa itu terjadi mulai pukul 18.30 WIB hingga 18.55 WIB. Warga menyaksikan beramai – ramai merekam kejadian itu dengan gawai mereka.

  1. Penjelasan para ahli

Kasi data dan informasi BMKG aceh Zakaria Ahmad mengemukakan, fenomena tersebut adalah waterspout atau belalai air. Meskipun masih dapat dikatakan jenis angin putting beliung, akan tetapi waterspout memiliki perbedaan. “bedanya, kalau waterspout terjadi dipermukaan air, baik itu didanau atau di permukaan laut dan bias juga terjadi di sungai yang luas,”kata para ahli. Waterspout biasanya terjadi di air saat tekanan udara rendah. Zakaria mengatakan, waterspout disebabkan awan Cymulonimbus. “Kecepatan angin jenis ini biasanya antara 50 hingga 60 kilometer per jam,” kata para ahli.

  1. Bukan fenomena aneh

Meski masyarakat setempat menyebut peristiwa itu baru pertama kali terjadi di wilayahnya, namun Zakaria memastikan fenomena waterspout bukan fenomena aneh. “Ini fenomena biasa terjadi,” kata Zakaria. Angin jenis ini akan melemah ketika pergerakannya menuju atau mencapai daratan. “Kesimpulannya, waterspout biasa terjadi di wilayah perairan dan puting beliung di daratan,” ujar para ahli.