Misteri Burung Predator Raksasa Asal Amerika Selatan, Argentavis!

Fenomenaalam.com Keberadaan makhluk aneh yang diselimuti mitos membuat siapa pun penasaran. Tak terkecuali di era modern seperti saat ini, sudah banyak penelitian yang dilakukan guna mengungkap misteri yang ada. Seperti keberadaan burung raksasa bernama Argentavis.

Sesuai dengan namanya, hewan ini hidup di Argentina dan wilayah Amerika Selatan. Keberadaan Argentavis juga sering dikaitkan dengan sosok Thunderbird, yaitu seekor elang raksasa yang dipercaya oleh suku Indian dengan kemampuannya mengeluarkan gemuruh seperti kilat saat mengepakkan sayap raksasanya. Berikut fakta-fakta unik yang ada mengenai burung legendaris tersebut:

Memiliki ukuran tubuh raksasa dengan bentang sayap yang luar biasa

Enam juta tahun lalu, langit Argentina adalah rumah bagi predator yang menakutkan karena didominasi oleh Argentavis. Burung terbesar dengan nama latin Argentavis magnificens ini memiliki berat 70 kilogram dengan lebar sayap 7 meter. Saat direntangkan, ukurannya hampir sebesar sayap pesawat ringan Cessna 152 yang mencapai 10,1 meter. Pada masanya Argentavis juga dikenal sebagai Teratorn alias “monster burung”.

Predator raksasa yang tidak bisa terbang seperti burung pada umumnya

Peneliti Sankar Chatterjee dari Museum of Texas Tech University mengungkapkan bahwa burung raksasa ini tidak bisa terbang dengan sempurna. Untuk lepas landas, Argentavis memanfaatkan udara yang naik dan membiarkan tubuhnya bekerja seperti pesawat layang yang digerakkan oleh angin. Dengan cara ini burung raksasa ini bisa terbang.

Cara Argentavis mengontrol udara untuk mempertahankannya agar tetap terbang

Peneliti seperti Chatterjee percaya bahwa Argentavis masih harus mengontrol tubuhnya saat berada di udara. Triknya adalah tetap menggunakan arus udara ke atas yang dihasilkan oleh angin, dimana kolom udara panas yang semakin tinggi memungkinkan Argentavis untuk tetap melayang dan menambah ketinggiannya. Chatterjee juga menghitung kecepatan tertinggi yang bisa dicapai burung raksasa itu, yakni sekitar 70 kilometer per jam.

Dianggap sudah punah sejak 10 ribu tahun lalu

 

Argentavis diperkirakan punah sekitar 10 ribu tahun lalu, seperti dikutip dari situs Birds.cornell.edu. Saat itu, sebagian besar hewan terbesar di Amerika juga perlahan-lahan punah. Penyebab kepunahan Argentavis belum diketahui secara pasti dan masih menjadi misteri hingga saat ini.

Terkait dengan mitos burung Indian yang sayapnya dapat mengeluarkan suara gemuruh

Keberadaan Argentavis sebagai burung raksasa juga sering dikaitkan dengan sosok Thunderbird, dimana mitologi suku Indian meyakini bahwa hewan tersebut mampu mendatangkan petir dan hujan lebat. Namanya, yang berarti “burung petir”, mengacu pada kepakan sayapnya yang panjang dan besar dan diyakini dapat mengeluarkan suara yang menggelegar. Filosofinya sama dengan kilat dan hujan yang diawali dengan suara gemuruh di langit.

Keberadaan Argentavis kini hanya menyisakan fosil yang menjadi objek penelitian para ilmuwan modern. Terutama cara terbang untuk menjaga posisi saat berada di udara. Sebagai salah satu predator paling ganas pada masanya, keberadaan Argentavis masih menjadi misteri, terkait kepunahan dan hubungannya dengan mitos suku Indian.