Kisah Mistis di Balik Bangunan Tak Berpenghuni di Bukit Jimbaran Bali

Fenomena Misteri – Bali tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya. Di Pulau Dewata, juga tersimpan banyak cerita mistis. Salah satunya di sebuah gedung yang sudah lama kosong di wilayah Jimbaran.

Gedung tersebut terletak di daerah perbukitan Jimbaran, tepatnya di Jalan Prabu Udayana. Prabu Udayana merupakan jalan pintas yang menghubungkan Rektorat dan Rumah Sakit Udayana. Di malam hari, jalan ini sangat gelap karena tidak ada lampu jalan yang menerangi.

Letaknya yang menyendiri di atas bukit, dengan kondisi setengah jadi dan terbengkalai, juga tidak ada penerangan, membuat gedung ini tampak menyeramkan. Banyak cerita beredar bahwa gedung kosong itu sangat angker karena dihuni banyak makhluk gaib.

Tim PM:AM kami, Bayu dan Doel, berusaha mengungkapkan kebenaran cerita-cerita mistis yang menyelimuti gedung tersebut, dengan datang ke lokasi.

  1. Sejarah dan peristiwa gedung tua melalui cerita makhluk astral

Saat Tim PM:AM kami memasuki gedung tersebut, hawa tak enak langsung menyergap. Semakin naik ke lantai atas gedung, hawa terasa semakin panas dan berat. Menurut Bayu, yang memiliki kemampuan melihat makhluk astral, semakin tinggi lantai gedung penghuni gaibnya lebih kejam dan intens. Jika diurutkan, dari semua tempat yang pernah dikunjungi tim PM:AM, gedung kosong di Bali ini masuk dalam level cukup menyeramkan.

Bayu mengibaratkan, keberadaan makhluk astral di gedung kosong ini ramai seperti pengunjung mal saat weekend. Bentuknya macam-macam, ada hewan, kuntilanak, bayi, dan bahkan leak yang merupakan hantu paling seram di Bali.

Namun, makhluk astral dengan wujud hewan paling mendominasi gedung kosong itu. Bahkan, Bayu melihat ada sosok hantu dari Menara Saidah Jakarta datang ke gedung itu. Kok bisa hantu Menara Saidah datang ke Bali?

“Biasanya kalau yang ada di Saidah itu, orang yang melakukan ritual sampai ngorbanin orang. Mungkin di gedung itu ada yang ngelakuin seperti yang di Saidah,” ucapnya.

Melalui Bayu, para makhluk penghuni gedung kosong tersebut menceritakan kisah gedung itu. Dikatakan bahwa pemilik dari proyek bangunan merupakan orang asing berasal dari Eropa yang disebut Mister.

Dari tayangan PM:AM yang diunggah pada April 2019, diceritakan bahwa pekerja bangunan mendapat perlakuan tidak layak dari pemilik proyek. Salah satunya, makhluk astral perempuan bernama Anggi yang masuk ke dalam tubuh Bayu.

Anggi bercerita bahwa ia dihamili oleh Mister. Tidak hanya itu, Anggi mengingatkan Mister untuk memberikan canang yang banyak, tetapi Mister tidak mendengarkan Anggi dan justru mendorongnya akibat kebangkrutan yang dialami hingga jatuh dan berakhir menjadi penghuni gedung kosong itu dengan wajah sebelah kanan robek tanpa kulit yang tersisa hanya daging yang terlihat serta mata sebelah kanan terbuka lebar melotot.

  1. Gedung kosong itu semula akan dibangun menjadi sebuah tempat hiburan

Gedung kosong yang terletak di Jimbaran, Bali ini sudah kosong sejak 14 Mei 2014, 5 tahun lamanya. Berdasarkan cerita Anggi, gedung itu tadinya dibangun sebagai tempat hiburan.

“Dibuat musik-musik tapi gelap. Mungkin kayak diskotik tapi lebih besar,” kata Anggi yang berbicara melalui tubuh Bayu sambil mengelus perutnya.

Hal ini terbukti dari bentuk bangunan lantai 1 seperti labirin, lantai 2 berbentuk hall dan lantai 3 terdapat stage untuk DJ yang menyerupai club. Namun, proses pembangunan tersebut terpaksa dihentikan dan tidak dapat dilanjutkan. Pemberhentian pembangunan dikarenakan masalah perizinan yang belum tuntas dan sempat ada prosedur yang tidak dipenuhi seperti prosedur keamanan dan prosedur adat.

  1. Makhluk penghuni gedung tua

Sebagai orang yang peka terhadap makhluk astral, saat memasuki gedung kosong tersebut, Bayu dapat merasakan dan melihat banyak makhluk astral yang menghuni gedung tersebut. Bayu mengibaratkan keramaian makhluk astral itu seperti Grand Indonesia saat weekend.

Makhluk astral pada gedung kosong ini berwujud hewan, kuntilanak, bayi dan bahkan leak yang merupakan hantu paling seram di Bali. Namun, makhluk astral dengan wujud hewan yang masih mendominasi gedung kosong itu.

Semakin ke lantai atas, aura dan suasana gedung terasa semakin panas. Bayu juga mengatakan bahwa penghuni lebih intens dan lebih kejam. Hingga Bayu melihat adanya sosok hantu dari Menara Saidah Jakarta datang mengikuti ke gedung itu.