Ada Dua Purnama Ini Lima Fenomena Langit Oktober 2020 yang Bisa Diamati

Fenomena AlamBulan purnama Setiap bulan akan selalu ada fenomena langit yang pernah terjadi.

Ada Dua Purnama Ini Lima Fenomena Langit Oktober 2020 yang Bisa Diamati

Setiap bulan akan ada fenomena langit yang pernah terjadi, Entah dapat terlihat denganjelas atau tidak, di Bulan Oktober 2020 ini dipenuhi dengan peristiwa menarik.

Dilansir dari fenomenaalam.com Senin (05/10/2020), Berikut ini lima peristiwa langit yang akan terjadi pada bulan Oktober 2020.

1. Bulan Purnama :

Ada Dua Purnama Ini Lima Fenomena Langit Oktober 2020 yang Bisa Diamati

Bulan akan mencapai fase penuh pada 7 Oktober 2020, Dalam fase siklus bulanannya, Bulan terletak hampirtepat di sebrang Matahari di langit dan menempatkannya tinggi di atas cakrawala hampir sepanjang malam.

Urutan Bulan Purnama sepanjang tahun sering diberi nama sesuai dengan musim dimana Bulan itu muncul, Bulan Purnama ini akan menjadi yang pertama jatuh di musim gugur 2020 dan karena ditu diberi nama Harvest Moon.

Selama malam-malam setelah 7 Oktober, Bulan akan terbitsekitar satu jam lebih lambat setiap hari, Dalam beberapa hari, Bulan hanya akan di langit menjelang fajar dan dini hari.

Kemudian pada saat mencapai kuartal terakhir, Seminggu Bulan Purnama, Bulan akan terbit sekitar tengah malam dan terbenam sekitar tengah hari.

Pada saat yang tepat ketika Bulan mencapai fase penuh, Satelit alami itu akan berada di konstelasi Cetus ddan jarak dari Bumi akan mencapai 405,000 kilometer, Bulan Purnama akan terjadi pada pukul 04:05 WIB.

2. Konjungsi Bulan dengan Mars :

Ada Dua Purnama Ini Lima Fenomena Langit Oktober 2020 yang Bisa Diamati

Bulan akan melakukan pendekatan dengan Planet Merah pada 10 Oktober dimana keduanya akan terpisah sejauh 1 derajat satu sama lain dengan Bulan berada di arah selatan Mars.

Pasangan langit ini akan mulai pukul 19 : 12 WIB pada ketinggian 7 derajat di atas ufuk timur dan akan mencapai titik tertinggi di langit pada Pukul 00:41 WIB dengan ketinggian 77 derajat di atas ufuk utara.

Keduanya akan menghilang saat fajar sekitar pukul 05:23 WIB pada ketinggian 17 derajat di ufuk barat.

Bulan dan Mars akan muncul di konstelasi Pisces dan semakin malam, Mars akan terlihat semakin terang seperti bintang berwarna kemerahan yang tidak berkelap-kelip, Hal itu karena Mars sedang mencapai titik oposisi terhadap Matahari pada pertengahan Oktober.

3. Konjungsi Bulan dengan Venus :

Ada Dua Purnama Ini Lima Fenomena Langit Oktober 2020 yang Bisa Diamati

Setelah melakukan pendekatan dengan Mars, Bulan akan berkonjungsi dengan tetangga Bumi lainnya yaitu Venus pada tanggal 14 Oktober mendatang.

Pasangan ini akan mulai terlihat di langit pada puku 03:20 WIB, 2 jam 12 menit sebelum Matahari terbit dan mencapai ketinggian 27 derajat di atas ufuk timur sebelum menghilang dari panfangan pada pukul 05:18 WIB.

Bulan dan Venus akan berada di konstekasi Leo dan terpisah sejauh 4 derajat satu sama lain.

4. Oposisi Mars :

Ada Dua Purnama Ini Lima Fenomena Langit Oktober 2020 yang Bisa Diamati

Mars akan berada di titik oposisi pada 14 Oktober. Pada saat itu, Matahari, Bumi, dan Mars akan berada segaris lurus di bidang tata surya, Artinya dalam pandangan dari Bumi, Mars akan berada di arah yang berlawanan posisinya dari Matahari. Ketika Matahari terbenam, Mars baru akan terbit.

Pada waktu yang sama ketika Mars melewati opsisi, Planet itu juga melakukan pendekatan terdekatnya ke Bumi yang disebut perigee dan membuatnya tampak sangat terang dan besar.

Waktu Perigee Mars adalah waktu yang tepat untuk melakukan pengamatan karena berdekatan dengan Bumi di tata surya, Dengan jarak 55 juta kilometer dari Bumi dan memiliki variasi terbesar dalam semua planet dalam jaraknya dari Bumi.

Namun meski pada jarak terdekatnya dengan Bumi, Para pengamat tetap harus melakukan pengamatan menggunakan teleskop.

5. Bulan Biru :

Ada Dua Purnama Ini Lima Fenomena Langit Oktober 2020 yang Bisa Diamati

Bulan biru (blue moon) akan terjadi pada 31 Oktober 2020. Meskipun disebut Bulan biru, tapi fenomena ini merupakan Bulan purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender. Dikarenakan pada 2 Oktober sudah terjadi Bulan purnama, maka purnama pada 31 Oktober disebut Bulan biru.

Bulan biru terakhir terjadi pada 31 Maret 2018, sedangkan Bulan biru musiman berikutnya akan terjadi pada 22 Agustus 2021. Dua Bulan purnama relatif jarang terjadi dalam bulan kalender yang sama karena rata-rata sekali setiap 2,7 tahun.

Pada saat Bulan mencapai fase penuh, Bulan akan berada di konstelasi Aries dan akan muncul paling tinggi di belahan Bumi Utara, Bulan akan terlihat pada pukul 21:49 WIB dan berjarak 406.000 kilometer dari Bumi.

Penggunaan istilah Bulan Biru sendiri merupakan inovasi abad ke-20 yang awalnya berasal dari kesalahan cetak di majalah Sky & Telescope yang terbit pada Maret 1946.