Misteri Kapal Hantu Abad ke-18 yang Selama Ini Belum Terpecahkan.

Fenomena MisteriLaut kaya akan hasil alam yang berlimpah, Selain itu juga kaya cerita menyeramkan.

Mempelajari dan mencari tahu tentang kehidupan laut daapat menambah wawasan kita terlebih apabila disisipi sejarah di dalamnya, Atau mitos bahkan cerita legenda, Salah satu nya mengenai kapal hantui di abad ke 18.

Pada abad ke 18 konon ada kapal yang berlayar mengarungi samudra-samudra dunia tanpa ber;abuh sedetikpun di dalamnya, dibawa serta awak kapal yang bukan manusia tentunya.

Kisah mengenai kapal hantu yang mendunia ada;ah Mary Caleste.

Mary Caleste adalah kapal jenis cargo dan penumpang dua tiang yang ditemukan di Samudra Atlantik, Saat ditemukan kapal didapati tanpa awak dan terabaikan meskipun faktanya cuaca cerah serta krunya yang berpengalaman.

Muatannya pun terlihat tak tersentuh sama sekali, Barang-barang pribadi milik penunmpang dan awak kapal tetap berada di tempatnya, Termasuk benda-benda berharga Lainnya.

Mary Caleste dinyatakan dalam kondisi layak melaut ketika berlayar menuju Selat Gibraltar pada 1872, Kapal tersebut berada di lautan selama sebulan dengan persediaan makanan memadai untuk enam bulan.

Akan tetapi pascamelaut, Para kru tak pernah kelihatan ataupun terdengar lagi, manghilanfnya meraka sering disebut sebagai misteri bahari tersebar sepanjang masa.

Banyak spekulasi beredar tentang keajdian yang menimpa kru kapal, Mulai dari gempa bumi bawah laut, Semburan air hingga penjelasan paranormal terkait dugaan mahuk asaing UFO, Monster laut serta dugaan fenomenal Segitiga Bermuda.

Mary Caleste sering digambarkan sebagai prototipe kapal hantu sejak ditemukan terlantar tanpa penjelasan yang nyata, Tapi salah satu cerita kapal hantu paling misterius adalah Octavius.

Apa yang membuatnya dianggap sebagai kapal hantu paling aneh dalam sejarah? Berikut kisahnya seperti yang di kutip dari The Vintage News.

Kapal hantu Octavius Berlayar ke China dan Tak Pernah Kembali :

Pada tahun 1761, Kapal Octavius berlabuh di pelabuhan London untuk mengambil sejumlah barang muatan barang-barang tersebut rencananya dikirim ke China.

Kapal layar megah ini meninggalkan pelabuhan dengan kru utuh dan nahkoda yang membawa serta istri dan anak mereka.

Mereka tiba dengan selamat di Chinna dan awak kapal bergegas menurunkan muatan, Mereka kembali ke laut begitu kapalnya terisi kembali dengna persediaan makanan dan barang-barang bagus.

Kapal Octavius siap kembali berlayar ke Inggris, Tapi karena cuaca sangat hangat sang kapten memutusakn untuk berlayar pulang melalui Nortwest Passage.

Tidak ada yang mengira bahwa ini adalah perjalanan terakhir mereka, Seblum sampai di pantai Inggris kapal kru dan seluruh muatannya tiba-tiba lenyap, Tak ada kejelasan mengenai keberadaan mereka, Octavius pun dinyatakan menghilang.

Bangkai Octavius Ditemukan oleh Kapal Lain :

ia kemudian Memanggil semua awak kapal herald dan melaporkan temuannya.

Setelah awak kapal berada di bangkai Octavius, mereka menyusuri seluruh ruangan kapal mencoba menemukan orang yang selamat di dalamnya.

Rasa takut mereka memuncak setelah lihat pandangan mengerikan dengan mata kepala sendiri, Mereka menemukan 28 Jasad yang mati kaku.

Jenazah sang kapten ditemukan di kabinnya duduk sembari menggenggam pena, Buku Catatan perjalanan kapal terbuka di atas meja yang terletak di hadapannya, Tinta dan barang lainnya masih utuh apa adanya.

Berganti ke bagian belakang kapal kru menemukan jasad seorang wanita terbungkus selimut di tempat tidur, Sama kondisinya pun kaku, Ia bersama dengan jasad seorang anak muda.

Kru Herald sangat ketakutan, Setelah meraih log kapal mereka melarikan diri dari kapal Oktavius, Tak lupa catatan kapten pun dibawa untuk dianalisa.

Akan tetapi, Mereka hanya mendapatkan halaman pertama dn terakhir sana, Pasalnya halaman tengah bukuu membeku dan terlepas dari penjilitan sehingga mereka sulit untuk mengambil seluruh halaman buku tersebut.

Ketika log dan catatan dibaca oleh kapten Herald, kapten Octavius ternyata ​​mencoba menavigasi Northwest Passage, namun kapalnya terjebak di es Arktik dan seluruh awak kapal meninggal.

Posisi terakhir kapal tersebut adalah 75N 160W, yang menempatkan Octavius ​​250 mil sebelah utara Barrow, Alaska.

Penemuan Octavius di lepas pantai Greenland, diduga, karena kapal itu terbebas dari es dan berlayar dengan sendirinya melalui sisi lain, di mana Octavius kemudian bertemu dengan Herald.

Awak Herald sangat takut pada Octavius ​​karena menduga kapal megah ini telah dikutuk. Jadi mereka membiarkannya terlantar. Sampai hari ini, Octavius belum pernah terlihat lagi.