Misteri Bendung Katulampa

Fenomena Misteri – Bogor kota yang selalu dibasahi dengan guyuran hujan selama ratusan tahun menjadi salah satu peradaban di pulau jawa, mulai dari pusat kerajaan padjajaran hingga pusat colonial belanda di jawa barat. Bogor masih menyimpan berbagai misteri yang seolah tidak mau diungkap, salah satunya adalah sebuah bangunan bending. Awal mula sungai ciliwung yang membelah ibu kota bermula, bangunan tersebut bernama bendungan katulampa.

Bendung Katulampa selesai dibangun pada tahun 1911 disaat Indonesia masih dijajah oleh Kolonialisme Belanda. Bendung yang sering kali dijadikan kambing hitam jika terjadi banjir di ibu kota, sebenernya dibangun untuk tujuan irigasi pertanian seluas 5 ribu Hektar disekitar Bendung Katulampa dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan banjir di Ibu Kota. Justru melalui pemantauan ketinggian air di bendungan ini bisa menjadi sistem peringatan dini jika akan terjadi banjir di Jakarta.
Menurut pak Andi salah satu penjaga Bendung Katulama sejak 1985, berbagai hal sudah di alami, banyak kejadian aneh dan tidak masuk akal ketika akan datang musibah banjir, mulai dari jeritan wanita kesakitan dari arah sungai hingga bau bangkai menyengat yang tiba-tiba saja muncul.


Selain pertanda – pertanda muncul akan kedatangan musibah banjir, ternyata disepanjang bendungan katulampa kerap muncul beberapa sosok yang tidak bisa diterima oleh nalar manusia, peristiwa tak lazim seperti menjadi makanan sehari – hari mereka.
Menurut cerita warga sekitar, cocok kerbau tanpa kepala sering berada di tengah jembatan, selain kerbau di bendungan katulumpa kerap terlihat sesosok wanita misterius berkebaya, konon wanita cantik itu berasal dari Cirebon yang di peristri oleh petinggi colonial di katulampa.
Dimasa lalu di pos pemantauan bendungan katulampa merupakan salah satu pos pasukan belanda bagi siapaun yang akan memasuki kota bogor. Di bendungan katulampa ini juga menjadi saksi bisu pembantaian pasukan jepang terhadap pasukan belanda yang kalah dalam pertempuran. Dari cerita turun temurun di bendungan katulampa juga menjadi tempat pembantaian pasukan belanda yang jasadnya di mutilasi dan jasadnya dibuang disumur belakang bendungan katulampa.